BREAKING NEWS

Category 5

Category 6

Category 7

From our Blog

Wednesday, January 28, 2015

#Artikel Seni: Gaya Khas Pelukis Affandi Koesoema



         Nama Affandi sudah tidak lagi asing di telinga kita, setiap telinga ( orang Indonesia) pasti sudah akrab dengan nama tersebut. Bahkan suaranya juga menyeruak di kalangan masyarakat luar negara. Seorang pelukis kenamaan kota Yogyakarta yang sudah diakui dunia dengan karya-karya lukisannya yang artistik. Lukisan karya Affandi dikenal dan disukai oleh banyak orang karena gaya dan teknik melukis yang ia gunakan tergolong dalam gaya ekspresionis.

       Gaya ekspresionis sendiri merupakan gaya atau aliran dalam melukis yang lebih mengutamakan curahan perasaan dan emosi seorang pelukis dan bersifat bebas, bebas dalam menggali atau menggambarkan objek sesuai dengan emosi, imajinasi, dan perasaan yang muncul dari si pelukis.

    Dalam melukis, Affandi menggorekan kuas sebisanya, mengikuti alur suasana hatinya. Ia mengesampingkan kaidah-kaidah dalam melukis yang formal (teori) yang biasanya dipertimbangkan dan digunakan oleh kebanyakan pelukis. Unsur-unsur penting dalam melukis pun tidak sarat dalam karya-karyanya, ia tidak menghiraukan komposisi, keseimbangan, bentuk, bidang, warna, dan unsur-unsur lainnya. Ia hanya melukis sesuai dengan perasaan dan alunan suara hatinya ketika berhadapan dengan kanvas yang terhampar di depannya.

   Affandi tidak pernah tertarik untuk melukiskan atau menggambarkan sebuah kemapanan, perempuan cantik, maupun laki-laki tampan. Ia lebih tertarik untuk menggambarkan sebuah potret yang tersudutkan, seperti orang-orang kecil, pengemis, nelayan, petani, orang tua, maupun objek-objek yang menggambarkan ketimpangan. Sebab, baginya ketimpangan-ketimpangan tersebut memiliki daya ketertarikan tersendiri untuk di angkat ke permukaan kehidupan yang semua orang memimpikan kemapanan.

     Tidak hanya itu, Affandi juga tidak mengenal istilah revisi dalam hasil lukisannya. Karena lukisan yang dihasilkan tersebut merupakan gambaran hatinya yang teerwujud dalam sebuah lukisan. Lukisan yang tidak pernah bohong dan untuk jujur tidaklah perlu lukisan tersebut direvisi ataupun di ganti.

      Gaya melukis yang dimiliki setiap pelukis menunjukkan kreatifitas, watak, kegemaran serta ciri khas yang dimilikinya, dan tentu diantara gaya melukis satu pelukis dengan pelukis lainnya terdapat perbedaan. Gaya melukis Affandi merupakan gaya yang sangatlah unik dan natural. Ia tidak perlu memakai palet untuk mencampur warna, dan tidak pun kuas untuk menorehkan cat.


      Ketika melukis, ia langsung menggoreskan warna-warna cat dari plototan ke permukaan kanvas dengan menggunakan jari-jemari tangannya untuk mengusap dan memoleskan cat pada kanvas. Percampuran warna pun ia lakukan langsung di atas kanvas. Lelehan maupun goresan-goresan liar cat pada permukaan kanvas basah menghasilkan efek artistik dengan nilai naturalistik nya. Setiap objek yang ia lukis didominasi oleh nuansa warna dari gelap yang kemudian disusul dengan warna terang yang menjadikan kombinasi warna yang sangat apik. Kesan warna yang dihasilkan dari kombinasi warna tersebut membelalakkan mata dengan kekontrasan yang dihasilkan, namun menarik mata untuk menulusuri karya lukisan tersebut.

Tuesday, January 27, 2015

10 Fotografer inspiratif yang wajib di follow di akun instagram.





1. National Geographic 

         Setelah sempat menghentikan postingannya pada Desember 2012 yang lalu, National Geographic kembali berbagi foto-foto luar biasa dalam akun Instagram mereka @natgeo. Disini kamu akan melihat berbagai koleksi foto menakjubkan dari berbagi fotografer terbaik di seluruh dunia. Selain berbagi foto, National Geographic juga sering berbagi video singkat (mini clip) tentang sebuah acara (event) budaya unik yang jarang kita lihat. Bagi kamu penggemar foto, ini adalah salah satu sumber inspirasi foto terbaik yang ada di Instagram.
Instagram Feed @natgeo









2. Janske Kaethoven

       Berkarya melalui foto still life dan landscape, Janske Kaethoven seniman dan fotografer asal Belgia membagikan karya-karya fotonya melalui akun instagram @Janske. Janske memiliki gaya foto berbeda dari kebanyakan fotografer di Instagram yang banyak mendokumentasikan kehidupan orang dan perjalanan pribadi. Sebaliknya, Janske lebih banyak mengambil gambar benda yang tidak bergerak (still life) dan pemandangan alam naratif yang membuat banyak orang bertanya-tanya. Selain berbagi melalui Instagram ia juga berbagi karaya fotonya pada blog tumblr yang bernama janske.tumblr.com.
Instagram Feed @janske



3. Eelco Roos

     Akun Instagram fotografer Eelco Roos dengan nama @croyable menunjukkan foto-foto pemandangan menakjubkan dari seluruh dunia. Fotografer dan Traveler asal Belanda ini mendokumentasikan perjalanannya ke berbagai negara melalui foto pemandangan alam (landscape) yang eksotis dan indah. Selain di Instagram ia juga berbagi foto melalui situs croyable.com.
Instagram Feed @croyable










4. Michael Christopher Brown

    Fotografer jurnalistik Michael Christoper Brown banyak mendokumentasikan peristiwa penting di daerah konflik, menyusuri jauh tempat-tempat yang luput dari pandangan orang-orang barat pada umumnya. Michael Christopher Brown adalah fotografer asal Amerika yang pernah masuk nominasi penghargaan bergengsi Magnum Expression Photography Award, menggunakan akun Instagram untuk berbagi kisah di benua Afrika dan negara-negara yang sedang mengalami konfilk, seperti Libya. Koleksi fotonya saat mendokumentasikan peristiwa Revolusi Libya 2011 dirangkum dalam satu buku yang berjudul “Libyan Sugar”. Koleksi foto lainnya dapat juga kamu lihat pada situs pribadinya mcbphotos.com dan Magnum Photos.
Instagram Feed @michaelchristopherbrown



5.Richard Koci Hernandez

        Jika kamu penggemar foto hitam putih, akun Instagram fotografer Richard Koci Hernandez @koci wajib untuk kamu follow. Fotografer veteran asal Oakland, California, AS ini telah dua kali masuk dalam nominasi penghargaan foto jurnalistik paling bergengsi Pulitzer. Dengan menggunakan iphone dan aplikasi pengolah foto seperti Hipstamatic, ProCamera, Snapseed, FilterStorm, VSCO Cam dan Mextures ia membuat foto-foto hitam putih tampak hidup. Foto-fotonya banyak menggambarkan kehidupan jalanan di perkotaan (street photography) dengan sudut pandang yang menarik. 
Instagram Feed @koci






6. Hironori Mizuno

    Fotografer asal Jepang Hironori Mizuno, adalah salah satu fotografer berbakat yang banyak menggunakan teknik compositing – menggabungkan elemen-elemen dari beberapa foto untuk membuat sebuah foto yang sering dikenal dengan istilah surreal, dreamlike yang membuat serasa berada di dalam alam mimpi. Dengan menggunakan iPhone dan aplikasi pengolah gambar seperti Camera+ dan Photo Power serta software pengolah gambar komputer Photoshop untuk retouch hasil akhir, ia telah membuat karya-karya foto mengagumkan. Tema dalam foto-fotonya banyak menggambarkan hubungan manusia dengan alam.
Instagram Feed @iphonegrapher_hiro





7. Timothy Mcgurr

     Timothy McGurr aka @13thwitness adalah salah satu fotografer yang layak diikuti melalui akun instagramnya. Foto-fotonya banyak merekam kehidupan urban (urban life) dan pemandangan kota (cityscape) dengan sudut pandang yang menarik. Kamu dapat melihat berbagai macam ekspresi unik dari orang-orang di berbagai negara yang telah ia kunjungi. Selain di Instagram, ia juga berbagi karya foto pada blognya yang bernama 13thwitness.com.
Instagram Feed @13thwitness









8. Theron Humphrey

       Theron Humphrey, adalah pria dibalik akun instagram @thiswildidea dengan koleksi foto-foto yang mengagumkan. Penerima penghargaan National Geographic Traveler of The Year 2012 ini telah menginspirasi banyak orang di Amerika Serikat dengan project-nya thiswildidea.com. Project ambisius yang dikerjakan selama 365 hari, telah mendokumentasikan kehidupan nyata warga di Amerika Serikat. Bersama anjing kesayanganya Maddie, ia telah mengunjungi 50 negara bagian di AS, melakukan wawancara berbagai orang setiap hari dan mendokumentasikannya dalam sebuah video dan foto. Selama perjalanannya, ia telah mengambil lebih dari 90.000 foto yang dirangkum dan dibagikannya dalam sebuah blog thiswildidea.com dan akun instagramnya @thiswildidea. 
Instagram Feed @thiswildidea


9. General Electric

        Perusahaan asal Amerika yang didirikan oleh Thomas Alfa Edison ini juga memiliki akun instagram yang layak untuk diikuti. Dalam akun instagram mereka kamu dapat melihat berbagai foto fasilitas riset dan produksi mengagumkan yang selama ini jarang diketahui oleh publik. Akun instagram ini dikelola oleh tim kreatif General Electric untuk menampilkan berbagai foto dengan sudut pandang artistik. Mulai dari proses pembuatan mesin lokomotif, hingga mesin pesawat terbang, pengguna instagram diajak dalam sebuah tur yang mengundang decak kagum.
Instagram Feed @generalelectric






10. Rob Lutter

   Pada artikel sebelumnya, kita pernah membahas bagaimana Rob Lutter berkeliling dunia dengan sepeda dan berbagi cerita melalui akun instagramnya. Rob Lutter, pria asal Inggris yang sebelumnya bekerja di industri film telah melakukan perjalanan berkeliling dunia mengunjungi tempat-tempat yang eksotis dengan bersepeda. Ia juga berkampanye untuk menggalang dana dengan situs non-profit yang didirikannya charitywater.org, sebuah situs yang didedikasikan untuk membantu menyediakan air bersih di negara-negara Afrika.

Instagram Feed @roblutter






Sumber: www.mobgenic.com


Friday, January 23, 2015

#Fotografi: Tips Setting Eksposur Paling Akurat Dengan Lightmeter Eksternal


Mengukur cahaya, atau lebih lengkapnya mengukur intensitas cahaya, adalah sesuatu yang penting dalam fotografi karena cahaya menjadi syarat terbentuknya sebuah foto, tak peduli apakah cahaya itu sangat redup (misal api lilin) atau sangat kuat (seperti matahari atau lampu studio). Tapi kalau tidak ada cahaya, maka foto yang kita dapat hanya akan hitam total saja. Proses mengukur cahaya tentunya dilakukan sebelum memotret, supaya kita (atau kamera) tahu seberapa kuat cahaya yang ada, dan berapa setting eksposur yang sebaiknya dipakai.
Di jaman serba otomatis ini, kamera pun melakukan pengukuran cahaya secara otomatis juga. Misalnya di mode auto, saat kita bidik suatu subyek maka kamera sudah ‘tahu’ berapa ISO, bukaan dan shutter yang tepat supaya fotonya pas, tidak terlalu terang atau tidak terlalu gelap. Apa rahasianya?
Jawabannya adalah kamera melakukan proses metering, atau mengukur cahaya. Dengan mengandalkan kemampuan metering di dalam kamera, kita bisa memotret apa saja dengan tenang, karena kita percaya kamera kita bisa dengan tepat mengukur dan mencarikan setting eksposur supaya hasil fotonya pas.
Tapi tunggu dulu, apa betul hasil metering kamera selalu akurat? Apa foto yang kita buat dengan mode Auto selalu memberi hasil eksposur yang pas? Jawabannya adalah : tidak selalu. Karena memang tidak ada yang namanya standar untuk menilai eksposur yang pas itu, tiap orang bisa berbeda pendapat. Tapi bagi kamera (yang bisa kita anggap sebagai alat yang diprogram untuk mengukur dan menghitung), yang jadi acuan standar eksposur yang pas itu harus ada.
Dalam hal ini kamera mengacu pada sebuah titik acuan tengah yang kemudian diberi kode Ev 0 (inilah posisi eksposur yang pas), dimana kalau Ev – (minus) itu artinya under (terlalu gelap) dan Ev + (plus) artinya over (terlalu terang). Dengan perhitungan yang didasarkan acuan Ev 0 semestinya kamera akan selalu sukses dalam memberi hasil foto yang pas. Tapi pada kenyataannya kadang kala hasilnya bisa meleset, foto yang kita dapat terasa kurang terang atau justru terlalu terang (maka itulah di kamera disediakan fitur kompensasi eksposur, yang bisa kita pakai kalau dirasa perlu untuk membuat foto lebih terang atau lebih gelap sesuai keinginan kita).

Penyebaran tonal dari gelap hingga terang


Nah kita akan bahas kenapa kamera bisa kadang salah dalam memberi hasil eksposur yang pas. Cara kamera melakukan metering adalah dengan mengukur cahaya yang masuk melalui lensa. Cahaya yang diukur oleh kamera adalah cahaya yang dipantulkan oleh subyek, disebut reflected light. Masalahnya cara ini punya potensi untuk meleset, khususnya kalau subyek yang difoto memiliki sifat menyerap cahaya atau memantulkan cahaya.
Sesuatu yang berwarna hitam cenderung bersifat menyerap cahaya, sedangkan yang putih sangat memantulkan cahaya, sehingga kamera akan salah mengukur kalau berhadapan dengan subyek yang dominan putih atau hitam. Sebaliknya kamera akan mengukur dengan sangat tepat bila bertemu dengan subyek bernuansa abu-abu (middle gray).
Perbedaan cahaya pantulan dengan cahaya langsung

Lalu bagaimana cara untuk mengukur cahaya dengan akurat? Selagi memungkinkan, gunakan alat ukur cahaya khusus, bukan melalui metering kamera. Alat yang dinamakan light meter (atau disebut juga flash meter) ini mengukur cahaya yang sifatnya incident light, bukan reflected light.
Alat ini bisa kita set misalnya kita pilih ISO dan shutter speed, lalu alat ini akan mengukur cahaya lingkungan dan menampilkan angka F number (bukaan lensa). Pada kamera gunakanlah mode Manual, dan pilih shutter, ISO dan bukaan yang sama dengan yang dihitung alat light meter tadi. Tipsnya, ukurlah cahaya yang berada di dekat subyek yang akan kita foto supaya hasil perhitungannya lebih akurat.


Light-meter dan posisi pemakaian


Jadi yang perlu kita ingat adalah, cara pengukuran cahaya di kamera memang praktis dan cepat, juga cukup bisa diandalkan kecuali saat-saat subyeknya dominan hitam atau putih. Tapi untuk hasil pengukuran cahaya paling akurat, memang perlu tambahan proses dan biaya. Dengan alat light meter eksternal, kita bisa mengetahui berapa setting kamera yang harus diatur supaya didapat nilai eksposur paling tepat, tanpa dipengaruhi oleh sifat dan warna subyek yang difoto.

Sumber:http://www.infofotografi.com/blog/2015/01/setting-exposure-lightmeter/




Thursday, January 22, 2015

#Artikel Seni: Biografi Agus Djaya dan Beberapa Lukisan Karyanya



Nama         : Raden Agoes Djajasoeminta
Lahir          :Pandeglang, Banten, 1 April 1913
Wafat         : Bogor, Jawa Barat, 24 April 1994
Pendidikan :
  • ·         HIS (1926),
  • ·         MULO (1930),
  • ·         MLS (Sekolah Menengah Pertanian, tidak tamat),
  • ·         HIK (1934),
  • ·         Akademi Seni Rupa Amsterdam Belanda

Aktifitas Lain :
  • ·         Pendiri dan Ketua Persagi, (193t-1942),
  • ·         Kepala Sekolah,
  • ·         Ketua Pusat Kebudayaan Bagian Senirupa (1942-1945)


Pelopor pelukis dari tiga zaman ini dilahirkan  di Pandeglang, Banten, 1 April 1913.  Di zaman pendudukan Jepang, ia direkomendasikan oleh Bung Karno untuk menjadi Ketua Pusat Kebudayaan Bagian Senirupa (1942-1945). Pada zaman  revolusi kemerdekaan ia katif sebagai Kolonel Intel dan F.P (Persiapan Lapangan). Namun setelah kemerdekaan ia kembali aktif ke dunia senirupa.
Ada suasana magis terpancar dari warna biru dan merah Agus Djaya. Sosok-sosok penari yang tampil dalam lukisannya merupakan penampilan suasana ritual dari masyarakat yang maísih sangat dekat dengan alam. Warna biru dan merahnya seperti sudah menemukan karakter tersendiri, sehingga merupakan idiom yang khas dari Agus. Dunia pewayangan rupanya amat menarik hati pelukis kelahiran Pandeglang, Banten ini. Dalam kanvas-kanvasnya, apabila Agus mengerjakan obyek wayang, terasa ada kekayaan.
Kadang-kadang sambil bergurau, Agus menertawakan dirinya yang bekerja seni untuk seni, dengan mengorbankan karir sebagai calon jenderal. April 1976 ia berpameran tunggal di TIM, Jakarta. Yang pertama kali setelah absen berpameran tunggal selama 40 tahun. Lebih dari 70 buah lukisan dipajangnya. Tampak percobaan untuk beranjak dari seni-sosok menuju lukisan-lukisan yang sifatnya abstrak, atau semi-abstrak. Ia mencita-citakan lahirnya corak seni-lukis Indonesia yang khas. Bukan perbedaan-perbedaan bentuk, katanya, akan tetapi sari. Tetapi lebih penting dari itu adalah corak pribadi, tutor mantan tentara dengan 11 tanda jasa ini, ia lalu menyebut nama Affandi sebagai yang sudah punya corak kepribadian.
 Sering berpameran baik itu di dalam maupun di luar negeri, didalam negeri seperti di Taman Ismail Marzuki, Balai Budaya, Museum Pusat, Mitra Budaya, Lembaga Indonesia (LIA), Oet’s fine art gallery, dll. Sedangkan pamerannya di luar negeri seperti di Stedelijk Museum Amsterdam, Galerie Barbison Paris, Grand Prix des Beaux Art Monaco, Biennale Sao Paolo Brazil, International Art Gallery Sydney dll. Ia berharap generasi muda Indonesia mampu memenuhi museum-museum yang penuh dengan koleksi senilukis sebagai ciri dari mutu seni budayanya sendiri.

Berikut beberapa lukisan karya Agus Djaya:


Agus Djaya
Traditional Dance Performance, 1984

Agus DjayaTarung, 1971


Agus Djaya

Tari Bali, 1976


Agus Djaya
Persembahan

Agus Djaya
Wiwaha, 1965

Agus Djaya
Wanita, 1971

Agus Djaya
Melasti, 1971

Agus Djaya
Medicijnman, 1971

Agus Djaya
Krishna & Radha, 1948

Agus Djaya
Dogs in Full Moon, 1976

Agus Djaya
Dewi

Agus Djaya
Dancers, 1953

Agus Djaya
Balinese girl, 1962

Agus Djaya
Sesajen

Agus Djaya
Man playing flute, 1942


Agus Djaya
Dancer, 1958–1959


Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Agus_Djaya

Tuesday, January 20, 2015

Seni dan Oahraga Menjadi Satu



Seorang seniman asal Belanda bernama Bart van Polanen Petel ternyata juga berprofesi sebagai petinju. Dua bidang yang ia kuasai tersebut ternyata mampu menghasilkan lukisan yang tidak biasa.

Setelah memakai sarung tangan tinjunya, Bart akan mencelupkan sarung tangannya ke dalam kaleng cat dan mulai meninju kanvas yang sudah dipasang melingkar di guling tinju sampai seluruh permukaan terkena cat. 



"Aku menggunakan teknik tinju secara eksklusif dengan sarung tangan tinju. Hasilnya seperti ekspresi dari segala perasaan emosional. Rasa takut, agresif dan amarah semua jadi satu," ungkap Bart. 
Sebelumnya, Bart adalah seorang petinju profesional dan memiliki sebuah gym. Ia juga menjadi murid seorang petinju terkenal, Joe Frazier. Namun kini Bart lebih memilih menjadi seorang seniman. Mimpinya adalah memperlihatkan hasil karyanya di pameran.

sumber : http://www.telanjangidunia.com/2014/09/wow-seniman-ini-melukis-dengan-teknik-tinju.html




Monday, January 19, 2015

#ArtikelSeni : 35 Lukisan Abstrak Menakjubkan Karya Leonid Afremo



             Leonid Afremov mencoba teknik yang berbeda selama karirnya, tapi ia sangat jatuh cinta dengan lukisan dengan minyak dan pisau palet. Setiap karya seninya adalah hasil dari proses pengecatan panjang, setiap kanvas lahir selama pencarian kreatif , setiap lukisan penuh dunia batinnya. "Setiap lukisan saya membawa suasana hati yang berbeda, warna dan emosi. Saya suka untuk mengekspresikan keindahan , harmoni dan semangat dunia ini dalam lukisan saya. Hatiku benar-benar terbuka untuk seni. Jadi, saya menikmati membuat lukisan terinspirasi dan indah dari dasar jiwaku. Setiap karya seni saya mencerminkan perasaan saya , sensitivitas , gairah , dan musik dari jiwa saya . Seni sejati adalah hidup dan terinspirasi oleh kemanusiaan . Saya percaya bahwa seni membantu kita untuk bebas dari agresi dan depresi".(Leonid Afremov)

           Saat ini karya lukisan impressionisme dari Leonid Afremov banyak dikoleksi di seluruh dunia. Ada banyak kolektor yang berasal dari Amerika Serikat, Israel, Italia, Perancis, Inggris, Spanyol, Norwegia, Kanada, Australia, Selandia Baru dan negara-negara lain. Dan saat posting ini dibuat anda hanya cukup mengetik nama Leonid Afremov di mesin pencari internet untuk menemukan nilai dan kemegahan karya seni Lukisan Impressionismenya.

Berikut 35 lukisan menakjubkan karya Leonid Afremov:




































 
Copyright © 2013 - zirakarisma.blogspot.com Artikel Seni
Powered byBlogger